« Older Home
Loading Newer »

Kulit Sehat Dengan Vitamin

Foto: Kulit sehat para SkinWhite Girls

Kulit indah adalah kulit yang sehat. Untuk menjaga kesehatan kulit, tubuh kita butuh nutrisi dari vitamin. Apa saja vitamin yang diperlukan kulit dan bagaimana cara memperolehnya?

Vitamin B5: Anti Stres
Semua vitamin B pada dasarnya berguna untuk mengubah karbohidrat dalam makanan menjadi glukosa yang menghasilkan energi. Ada delapan macam vitamin b yang biasanya disebut dengan vitamin B kompleks. Mereka sangat dibutuhkan untuk memelihara kecantikan kulit dan rambut.

Salah satu vitamin terpenting dalam keluarga B kompleks adalah vitamin B5. Menurut University Maryland Medical Center, vitamin B5 berguna membantu vitamin B lain diserap oleh tubuh. Vitamin ini juga disebut sebagai vitamin anti stress karena keberadaannya memicu produksi hormon anti stress.

Kekurangan vitamin B5 bisa membuat kulit jadi kering dan bersisik. Untuk mencegah kekurangan vitamin B5, pastikan tubuh mendapatkan asupan yang memadai. Vitamin ini bisa diperoleh dari biji bunga matahari, hati ayam (atau hati binatang lain), keju, ikan dan alpukat.

Vitamin B3: Anti Aging
Vitamin ini adalah salah satu yang paling banyak diteliti untuk mengetahui manfaatnya bagi kulit. Melalui serangkaian tes, vitamin ini berhasil membuktikan dirinya sebagai nutrisi yang sangat berguna bagi kulit.

Vitamin B3 punya banyak fungsi untuk tubuh, salah satunya adalah mempertahankan kemudaan kulit. Situs Pharmacymix menjelaskan, vitamin B3 bekerja dengan menghalangi faktor luar yang memicu proses penuaan. Vitamin ini juga memperkuat ketahanan kulit, dan meningkatkan elastisitasnya.

Riset menemukan bahwa vitamin ini mampu mengurangi pigmentasi berlebihan, dan mencegah perubahan warna kulit menjadi kemerahan karena iritasi. Vitamin ini juga cocok memberi nutrisi untuk semua jenis kulit, dari berminyak sampai kulit kering.

Beberapa studi seperti dikutip dari Univesity of Maryland Medical Center menyebutkan bahwa vitamin ini juga membantu mencegah munculnya kanker kulit. Sebaliknya, kekurangan vitamin B3 berdampak buruk, karena kulit bisa jadi iritasi. Untuk mencegahnya, konsumsi makanan kaya vitamin B3 seperti paprika, kacang dan tomat kering.

Vitamin E: Antioksidan
Nah, vitamin E mungkin vitamin paling terkenal fungsinya untuk kulit. Nutrisi dari vitamin ini adalah sumber amtioksidan paling kuat. Gunanya untuk membantu melindungi dan memperbaiki kerusakan pada kulit dengan cepat.

Vitamin E memperbaiki kerusakan kulit dengan cepat karena dia membantu melindungi kulit dari senyawa radikal bebas. Tanpa senyawa radikal bebas, vitamin E menekan proses perusakan jaringan kulit. Sayangnya tubuh tak bisa memproduksinya sendiri. Pastikan kamu mendapat asupan vitamin E yang cukup dari bayam, kiwi, mangga, tomat, brokoli dan bayam.


Selain dapat ditemukan dari aneka macam makanan di atas, kamu juga bisa menambahkan tiga vitamin ini pada kulit dengan mudah melalui produk SkinWhite.

SkinWhite mengandung vitanourish formula, gabungan tiga vitamin yang sudah kita bahas tadi – vitamin B5, B3 dan E.

Memberi nutrisi ke kulit jadi gampang dan nggak ribet kan? Pakai SkinWhite secara teratur dan ucapkan selamat datang pada kulit sehat dan cantik.

[Sumber foto: Fanspage SkinWhite. Artikel ini ditulis untuk lomba blog Sehat dan Cantiknya Kulitmu dengan Skinwhite.]

Bertahan Hidup dari Serangan Zombie di Jakarta

Bersiap menghadapi virus (Resident Evil) zombie, atau ada bencana biologis, sangat penting. Zombie bisa muncul kapan saja, menyebar dengan cepat tanpa kita pernah duga.

Beberapa film bisa jadi referensi, tapi kebanyakan film dibuat di negara maju dengan kondisi sangat  berbeda dari lingkungan tempat tinggal kita di ibukota negara dunia ketiga. Berikut ini tips untuk bertahan hidup dan hal yang harus dilakukan:

1. Jangan ikut arus
Bayangkan suatu hari Jumat, hujan, dengan jalanan yang penuh dengan galian. Jakarta bahkan diperkirakan akan macet hingga tahun depan. Melarikan diri lewat jalan raya artinya macet tanpa bisa bergerak. Saat serbuan zombie dimulai, mereka yang terjebak kemacetan akan menjadi mangsa empuk para zombie. 

2. Tak ada koordinasi terpusat
Staf Khusus Presiden bidang Bencana Andi Arief pernah meramalkan gempa dan tsunami akan segera terjadi di Jakarta. Meski meyakini hal itu, dia tak melakukan tindakan apapun untuk mengungsikan warga atau mencegah kerusakan. Jadi jika bencana zombie terjadi, jangan harap ada tempat pengungsian atau tindakan khusus dari pemerintah.

3. Tentukan ke mana akan menuju
Tidak ada Center for Disease Control seperti di serial The Walking Dead yang bisa jadi tujuan. Hal ini berkaitan dengan tak ada koordinasi terpusat (lihat nomor 3). Badan Nasional Penanggulangan Bencana sepertinya belum bisa menangani bahaya senjata biologis (duh, webnya aja lamban banget). Terus bergerak sambil merencanakan tujuan. 

4. Pasokan makanan
Sebagian besar bahan makanan di Indonesia berasal dari impor, mulai dari beras, garam sampai terong dari Thailand. Tanpa pasokan dari luar, ketersediaan makanan akan sangat terbatas. Jika sudah menemukan tempat persembunyian untuk jangka waktu agak lama, usahakan menanam sayuran sendiri.

5. Riset
Anggaran penelitian kita cuma 0,3 persen dari APBN. Ilmuwan dibayar rendah, kemajuan riset masih terbelakang. Lupakan harapan bahwa ilmuwan akan menemukan penawar atau obat untuk mengatasi kegilaan ini. Bertahanlah saja sambil berharap para zombie akan mati karena tak dapat menemukan sumber makanan.(28 Days Later, 28 Weeks Later)

6. Tergantung dengan bahan bakar fosil. 
95 persen energi dipenuhi dari bahan bakar fosil, yang akan makin terbatas jumlahnya dalam kekacauan. Hematlah energi, terutama jika bepergian dengan kendaraan.

7. Waspadai aksi kriminalitas
Kompas 31 Oktober membahas aksi kriminalitas di Jabodetabek yang meningkat drastis pada 2011 . Saat serangan zombie terjadi, kondisi akan menjadi sangat kacau, dan bisa dimanfaatkan oleh orang-orang jahat. Jangan mudah percaya dan menggantungkan diri pada orang asing.

Siapkan ransel darurat, senjata, dan ingat bahwa kardio sangat penting (Zombieland). Jangan panik dan selamat berjuang!

 

Awas Copet!

Bapak itu mendadak berhenti di depan pintu kopaja P20, menghalangi jalan saya turun dari bis. Saya merasa tas saya ditarik-tarik dari belakang, ada yang tak beres! Saya tarik tas lalu menengok ke belakang. Ada tiga atau empat laki-laki lain di belakang saya.

Dengan curiga saya turun sambil memeriksa tas. Bis melaju pergi. Saya tak menemukan kantung hape warna hitam yang selalu saya bawa kemana-mana. Isinya hape Nokia E71 dan recorder Safa beserta perlengkapannya. Saya langsung lemas. Merasa bodoh dan tak berdaya, padahal pencopet di depan mata.

Saya seharusnya melakukan sesuatu tadi. Tapi saya terlalu bodoh dan kaget.

Sedih tentunya, karena hp dan recorder itu alat kerja saya sehari-hari sebagai orang selalu berkeliaran di lapangan. Apalagi hp dan recorder itu hadiah ulangtahun dari pacar saya. Juga menyesali ribuan kontak yang ada di dalamnya. Banyak kontak penting yang saya khawatir disalahgunakan. Semoga si pencopet tak cerdas dan menghapusnya.


(Kantor di pangkuan: Foto terakhir si E71 dan Safa)

But i tended to blame goverment when bad things happen. Copet memang ada di semua tempat meski negara maju sekalipun. Tapi kriminalitas meningkat karena lapangan kerja yang rendah, kemiskinan, ketidakmampuan pemerintah menjaga keamanan warganya.

Pekan lalu saya meliput rancangan undang-undang Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara tahun 2011. Pemerintah mentargetkan penurunan kemiskinan sampai 10 persen dan pengangguran 8 persen. Tapi delapan dan sepuluh persen itu adalah manusia yang butuh makan juga setahun ini, bukan hanya angka diatas kertas pada sebuah ruangan berpendingin udara.

Saya juga menyalahkan sistem transportasi yang buruk. Angkot di Jakarta dibiarkan liar, seenaknya menaikturunkan penumpang, tak ada yang peduli dengan sopir tembakan, tak punya standar baku mutu. Siapa yang mau naik transportasi umum jika bahaya mengancam di depan mata? Bahaya jatuh dari bis karena tak mau berhenti sepenuhnya saat menurunkan penumpang, bahaya copet, bahaya kecelakaan karena sopir kanak-kanak dan kebut-kebutan.

Pemerintah terlalu abai, warga harus menjaga diri sendiri.

Saya ikhlaskan barang-barang saya, toh saya masih punya bebe, masih punya pacar baik yang (semoga) mau memberi hadiah lagi *kedipkedip*. Tapi saya tak rela melihat kondisi ini terus menerus tanpa ada perubahan.

####

Tips menjaga diri sendiri dari copet:
(berdasarkan pengalaman)

1. Waspada!
2. Jangan menerima telepon dalam angkutan umum. Saya kecopetan setelah menerima telepon.
3. Tas ransel adalah tas paling aman, gendong di depan dada. Saya kecopetan dengan tas selempang.
4. Usahakan hanya membawa satu tas saja. Tentengan tambahan membuat konsentrasimu terpecah.
5. Siapkan ongkos sehingga tak perlu membuka tas untuk mengambil dompet.
6. Bereaksilah dengan cepat jika ada hal yang mencurigakan. Misalnya tas ditarik.
7. ….. ada yang mau memberi tambahan?

Mengejar Jejak Penyu


-Kapal kayu menjauh dari pulau-

Kapal kayu itu buru-buru menyalakan mesin lalu melarikan diri dari pantai saat melihat kedatangan kami. Membaca gelagat itu kapal patroli yang kami tumpangi -bernama Pesut Berau- langsung mengejar kapal nelayan itu dan membunyikan klakson.

Saya menumpang Pesut Berau bersama Pakde Mbilung, Fany dan Adri. Kami sedang ikut patroli bersama petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan dan Joint Marine Program The Nature Conservancy (TNC) dan WWF. Patroli ini rutin untuk memantau penyalahgunaan sumber daya perairan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Dua pria yang nampak dalam kapal kayu tersebut tak berhenti, mereka justru menambah kecepatan kapal kayu tersebut. Sedangkan Pesut Berau masih tak mampu berjalan cepat, karena perairan sekeliling pulau sangat dangkal dengan kedalaman kurang dari satu meter. Salah langkah, kapal bisa membentur karang.

Kapal kayu memanfaatkan kelemahan ini, lalu memutar pulau melalui perairan dangkal. Saat Pesut Berau bebas dari perairan dangkal, mereka sudah menghilang di horizon. Untunglah kapal kayu itu mengeluarkan asap tebal seperti bajaj sehingga mudah terpantau.

Pesut Berau meraung lalu melaju dengan kecepatan tinggi, menimbulkan ombak di lautan yang tenang. Saya dan Fany yang tak bisa berenang langsung berpegangan erat, takut terlempar dari kapal. Kejar-kejaran di laut pun tak terelakkan hingga akhirnya Pesut Berau berhasil menjejeri si kapal nelayan.

Tapi tiba-tiba, salah seorang anak buah kapal memekik. Dia mengenali pria gondrong yang mengemudikan kapal itu. Rupanya, pria itu seorang tamtama polisi yang tinggal di Pulau Maratua.


-Kapal nelayan sudah dekat. .-

“Itu James. Polisi, tetangga saya di Maratua,’ kata salah seorang anak buah kapal. Dia meyakinkan tim DKP bahwa pria itu temperamental dan kemungkinan bersenjata.

Tim patroli ragu. Meski buruan sudah di depan mata, kapal urung mengejar. Tim DKP justru sepakat untuk memutar kembali ke pulau Belambangan. Pulau ini termasuk salah satu pulau terjauh yang tak berpenghuni, sempurna sebagai tempat penyu bertelur. “Padahal kami yakin kapal itu membawa telur penyu,” kata Budi, salah satu petugas Kementrian.

Dugaan menjadi kuat saat tim mendarat di pulau. Tim patroli menemukan peralatan yang biasa digunakan untuk mencari telur penyu, yakni karung, jaring dan tongkat besi pencari lubang di pasir.

“Polisi bukan lawan. Kami tak bisa menangkap polisi,” ujar Budi. Padahal, nelayan yang kedapatan menangkap spesies yang dilindungi -antara lain penyu dan telur penyu dapat dikenai sanksi sesuai Undang-Undang. Tapi…

65 Tahun Merdeka!

Belajar Apa Hari Ini?

Kemarin saya pergi ke Guinness World Series of Pool di Mal Taman Anggrek. Pemain-pemain bilyar kelas internasional berlaga 10 ball dengan pertandingan (dan pemain internasional nan cakep) yang memanjakan mata.

Saya jadi ingat bertahun-tahun lalu saat saya baru masuk kuliah, saya dan teman-teman kepingin sekali belajar main bilyar. Sepertinya akan keren sekali kalau kami bisa main bilyar.

Tapi bagaimana caranya? Untuk minta diajari teman yang jago bermain bilyar, kami gengsi. Pasti malu, karena pegang stick pun kami belum pernah. Lagipula, harga sewa meja bilyar perjam tergolong mahal untuk mahasiswa kos macam kami.

Salah seorang kawan punya ide. Waktu itu di dekat kos ada tempat bermain bilyar yang sepi, lalu memberikan promo bermain gratis bagi para gadis setiap hari tertentu. Ladies free, ceritanya memajang bunga untuk mengundang kumbang.

Maka datanglah kami berempat pada hari itu. Gratis. Di tempat yang sepi.

Masalahnya sekarang, siapa yang mengajari? Kami minta diajari oleh mas-mas petugas bilyarnya. Super riwil mulai dari cara pegang stick sampai aturan main.

Jadilah empat gadis main bilyar dengan gaya aneh, bola sering meloncat keluar meja. Satu game bisa selesai dalam waktu berjam-jam karena bola tak masuk-masuk.

Apakah kami jadi ahli? Tentu saja tidak. Tapi kami mendapat pelajaran, bahwa ilmu ada dimana-mana dan bisa didapat cuma-cuma asal ada kemauan.

Dan ilmu main bilyar juga bisa didapat dari nonton langsung permainan para atlet WSOP lho. Final hari ini, gratis. So come and see them.

NB: Foto Irsal Nasution, pebilyar Indonesia yang masuk empat besar. courtesy Guinness.

gadis pohon natal dan pemuda hujan

Pemuda itu menyukai saat langit berubah gelap lalu rintik air turun pelan dan makin deras. Bagi dia, hujan selalu membawa kesegaran yang terus berulang setiap kali sehabis hujan.

Tapi hidup adalah kesetimbangan, dan pemuda hujan yang sejuk membutuhkan hangat matahari. Dia menunggu. Perempuan matahari. “Berdua kami akan menciptakan pelangi,” kata pemuda itu suatu ketika.

Pada sebuah natal, sang pemuda bertemu dengan seorang gadis. Bersama mereka menghias pohon natal. Dengan pita, lonceng perak, buah cemara juga kotak kado kecil warna merah menyala. Mata pemuda itu berkilauan. Seperti warna tetes hujan saat tersentuh cahaya matahari.

Satu, dua, tiga natal berlalu dan pemuda itu terus berpikir, inilah perempuan matahari yang selama ini telah dia cari.

Tapi gadis itu bukan perempuan matahari. Dia adalah gadis pohon natal dengan bintang terang di pucuknya. Cahayanya hangat, tapi tak seterang matahari. “Carilah perempuan mataharimu, aku kini tidak mencintaimu lagi,” ujar gadis pohon natal.

Kalau kau pergi ke kota hujan, sempatkanlah pergi ke tempat rimbun penuh pohon itu. Mungkin pemuda itu masih disana, mencari matahari untuk menciptakan pelanginya.

_terinspirasi dari blog ini_

bye bye hukum!

pelajaran yang bisa diambil dari menjadi reporter hukum selama 15 bulan keliling-keliling Jakarta adalah: hukum tidak sama dengan keadilan. oh dan satu lagi. korupsi yang direstui penguasa, tak bisa dikalahkan. hore! selamat!

itu saja? itu sih, semua orang juga tahu. keluh.

–masih edisi ngeblog ala status FB–

membaca pikiran

Redaktur saya bilang, jalan pikiran orang bisa terlihat dari tulisannya. Akhir-akhir ini saya ndak pernah nulis blog lagi, apa itu berarti pikiran saya kosong ya? d.o.h.

Selamat hari kemerdekaan. Tetaplah merdeka menuliskan isi pikiranmu.

gadis manis, sekarang iseng sendiri

yang kuinginkan sedikit sepi, berkaca pada laut setenang cermin

Rusli Zainal Sang Visioner. Yakin?

Manusia bisa lupa, tapi Google tidak pernah lupa. Semua yang pernah ditulis tentang seseorang atau suatu hal akan tersimpan rapi dalam jaring-jaring mesin pencari paling mumpuni itu. Jumlahnya, ribuan, jutaan, tak terbatas. Orang-orang berlomba untuk muncul di halaman pertama pencarian, antara lain dengan Search Engine Optimization atau SEO.

Saya baru tahu bahwa ada sebuah lomba SEO dengan tema, Rusli Zainal Sang Visioner. Saya ragu, para peserta lomba mengerti apakah Rusli Zainal visioner atau tidak. Pokoknya, pemenang lomba adalah laman yang akan berada di urutan puncak daftar pencarian Google saat kata kunci itu diketikkan, lebih lanjut bisa dibaca di laman http://seo.bertuah.org.

Benarkah Rusli Zainal seorang visioner? Mudah saja menemukan jawabannya di Google. Ketikkan namanya dan akan muncul 158 ribu hasil telusur Google.

Klik gambar untuk memperbesar, gambar diambil 22 Juni. Dari 158 ribu entry itu, laman terdepan telah dipenuhi oleh puji dan puja para peserta lomba terhadap pak Rusli tentang ke-Visionerannya. Tapi coba gali lebih dalam sisi lainnya.

Apakah puja-puji itu layak?

Hingga saat ini, pengusutan bekas Gubernur Riau Rusli Zainal dalam kasus dugaan korupsi penerbitan izin kehutanan masih belum tuntas. Saat terakhir kali saya menanyakan kelanjutan kasus ini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mereka menyatakan masih terus menelusuri dugaan keterlibatan Rusli dalam kasus yang merugikan negara triliunan rupiah ini.

Kalangan aktivis lingkungan Riau, seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Jaringan Pekerja Penyelamatan Hutan Riau dan Greenpeace juga telah mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Rusli diduga mengeluarkan surat izin penebangan hutan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Akibat kasus ini, Bupati Kabupaten Pelalawan Riau, Azmun Jaafar telah dihukum 11 tahun penjara oleh Pengadilan Tingkat pertama. Saya mengikuti sidang vonis itu dan mendengar pernyataan Azmun yang meminta agar Rusli ikut bertanggung jawab. Menurut Azmun, Rusli yang ikut mengesahkan Rencana Kerja Tahunan harus turut dinyatakan bersalah.

Kebenarannya, memang masih harus dibuktikan secara hukum, itu urusan KPK. Tapi kita sebagai blogger, setelah mengetahui dua sisi tersebut, bisa memilih. Mengutip buku Mas Ndoro, blogger harus tetap bersandar pada hati. Monggo. Kalian pilih mana?

*soal Google dan SEO, saya sih berharap tulisan ini bisa menempati halaman pertama Google juga hihihi*

ps: gambar dari webnya greenpeace saat aksi di depan KPK tentang kasus ini.


Pranoto Mongso

February 2012
M T W T F S S
« Dec    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

sitemeter