300: And We Dine In Hell

Syalalala akhirnya me nonton 300! Tak terhitung berapa kali rencana nonton film ini gagal. Saat 300 hampir ditarik dari jaringan bioskop duasatu, akhirnya rasa penasaran terobati juga. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, 300 (saya menyebutnya tigaratus *trihandred fame, itu kan film luar!! kata teman-teman) menceritakan tentang perjuangan 300 tentara Sparta yang dipimpin oleh Leonidas dalam menghadang serangan 1.800.000 tentara Persia dibawah pimpinan Xerxes. Perang ini dikenal dengan Battle of Thermopylae. Meski akhirnya kalah dan mati dengan terhormat dalam membela tanah air, 300 tentara itu berhasil membunuh 80.000 dan menahan pasukan Persia selama 5 hari.

Film ini mengundang banyak pro dan kontra, bahkan Wiki menutup akses edit pada halaman penjelasan tentang Sparta karena adanya “vandalism caused by the recent release of the movie 300“. Film ini dianggap sebagai penghinaan pada sejarah. Blogger Iran menuduh film ini sebagai propaganda untuk memojokkan Persia kuno.

Tuduhan ini sangat beralasan. Dari segi gambar, grafis cerita dan dialog, film ini pancen memukau. Kecanggihan komputer grafisnya juga dahsyat. Sebagian besar film ini memang dibuat didalam studio dengan layar biru. Penonton yang tidak kritis akan menelan mentah-mentah gambar cantik tadi sebagai kenyataan sejarah. Karena memang film adalah media yang mudah digunakan untuk mepengaruhi pikiran pemirsanya. Tak banyak penonton yang mau atau punya cukup banyak waktu untuk membaca dan mencocokkan fakta dari sumber-sumber yang terpercaya. (*memangnya cya yg kurang kerjaan)

Film 300 berasal dari komik epik karya Frank Miller yang diadaptasi mentah-mentah oleh pembuat filmnya tanpa riset terlebih dahulu. Bukan itu saja, dalam sejarah, sumber utama Perang Thermopylae didapatkan dari Herodotus yang kira-kira baru berumur 4 tahun saat perang itu terjadi. Jadi sejarah yang dituliskan oleh Herodotus mungkin saja cerita legenda yang menyebar dari mulut ke mulut pada masa itu.

Oh no, mana mungkin 300 orang hanya dengan kancut, wajan, tombak dan pedang bisa bertahan selama 5 hari? (*menurutku senjata utamanya kancut, kata Yeyen). Berangkat dengan tangan kosong, mereka bahkan tidak punya persediaan logistik. Tidak punya persediaan tombak cadangan maupun air. Tapi Leonidas tetap makan apel segar berkilauan. Dan musuh yang mereka lawan itu adalah orang yang telah menaklukkan Asia. Xerxes bahkan digambarkan seperti raja homo gila piercing yang memimpin sekumpulan pendekar sirkus aneh. Tak terasa wibawanya sebagai seorang pemimpin Asia sedangkan Leonidas si raja sparta adalah pria kaukasian tampan berwibawa dan tak takut mati. Adegan perangnya mengingatkan pada film india jaman dulu dimana saat tokoh utama menembakkan satu peluru, sepuluh orang roboh. Ketika musuh menembakkan ribuan peluru, tubuh tokoh utama kita tercinta hanya tergores sedikit. Tapi mereka menggambarkannya dengan sangat bagus tentu. Dengan soundtrack yang bagus juga (*cari MP3nya ah).

Bagi yang tertarik membaca sejarahnya, silahkan baca:

Pendapat sejarawan barat:
http://www.thestar.com/article/190493
Komentar sejarawan Iran: *ditulis dengan sangat emosional
http://iranpoliticsclub.net/history/300/

Menurut saya, film ini bagus dan sangat menghibur. Kita akan dimanjakan oleh gambar-gambar indah, adegan perang yang gory, cerita yang bagus, dialog yang memukau, dan bintang-bintangnya sangat memajakan mata. *seluruh pria adalah mas-mas kotak kotak dan wanitanya adalah bintang victoria secret. Tapi saat masuk ke dalam bioskop, jangan bawa serta akal dan logika, Nikmatilah grafis dan teknologi puluhan juta dolar itu sebagai sebuah hiburan ala Hollywood. Awas jangan tercuci otak :p(cya)

GAMBAR: Leonidas (depan) dan Xerxes (belakang) versi 300

Pertanyaan lebih lanjut tentang film ini silahkan buka http://www.chasingthefrog.com/reelfaces/300spartans.php

13 Responses to “300: And We Dine In Hell”


  1. 1 escoret Apr 12th, 2007 at 10:45 am

    ini bahas pilm ya..????
    aku balank ttg pilm..hehheheh

    nice blog..!!!!
    itu foto barnernya di kawasan kota lama ya..???

    cya: hihi.. mbahas smuanya.. iyah dikotalama tuh maen sm suci… thx sudah maen ksini..

  2. 2 IRWAN Apr 12th, 2007 at 11:26 am

    Wih, review filmnya bagus, teges n tetep sentral gak mihak sinih situh…

    Btw, anak jogja pa semarang nih?

  3. 3 escoret Apr 13th, 2007 at 3:24 am

    Type your comment here.Ohh..km temen suci dalm debu thoo..?????hehehhehe

  4. 4 godsoul Apr 13th, 2007 at 4:34 am

    “Film 300 berasal dari komik epik karya Frank Miller yang diadaptasi mentah-mentah oleh pembuat filmnya tanpa riset terlebih dahulu.”

    ya emang itu yg pengen dibuat sama yg bikin film… emang dia pengen persis kaya dikomik kok… diubah dikit sih, kalo persis ma komiknya, adegan di Sparta pas nendang messenger ke lubang gede itu si Leonidas dan orang2 Sparta kancutless lho…

    kalo dia bikin riset dulu ya… hueheheh… jadi nongol di Discovery Channel dung…

    pokoknya yg ngait2in ini sama sejarah sih kurang kerjaan ajalah. kalo bikin conspiracy theory soal alat propaganda sih mungkin aja… heheheh

  5. 5 priki Apr 13th, 2007 at 8:25 am

    mantep, review-nya mantep, keren lah.. hehehe

    Cya said : “Tuduhan ini sangat beralasan. Dari segi gambar, grafis cerita dan dialog, film ini pancen memukau. Kecanggihan komputer grafisnya juga dahsyat. Sebagian besar film ini memang dibuat didalam studio dengan layar biru. Penonton yang tidak kritis akan menelan mentah-mentah gambar cantik tadi sebagai kenyataan sejarah. Karena memang film adalah media yang mudah digunakan untuk mepengaruhi pikiran pemirsanya. Tak banyak penonton yang mau atau punya cukup banyak waktu untuk membaca dan mencocokkan fakta dari sumber-sumber yang terpercaya. (*memangnya cya yg kurang kerjaan)”

    Bener juga.. kalo mau belajar sejarah baca buku khan males tuh,nah pilem ini kalo buat saya pribadi sebagai trigger agar mau baca sejarah, soalle banyak hal yang mustahil-nya di pilem itu, dan perlu di cross check, mwahahahahahaeh tapi adakah hubungannya dengan pilem yang ada disini ini? klik

    Quote yang gw suka
    Spartan King Leonidas: “Spartans! Ready your breakfast and eat hearty… For tonight, we dine in hell!”

  6. 6 arya Apr 13th, 2007 at 1:24 pm

    ahm… lg males nonton film neh.. bokek! meluruskan prioritas buat pindahan dolo :p

  7. 7 cya Apr 16th, 2007 at 6:35 am

    Mulai kelam
    belum buntu malam,
    kami masih saja berjaga
    - Thermopylae? -
    -jagal tak dikenal? -
    tapi nanti
    sebelum siang membentang
    kami sudah tenggelam
    hilang…

    Chairil Anwar - 1945 :P

  8. 8 sandal Apr 18th, 2007 at 5:45 am

    kmaren sempat nonton juga di 21, tp menurut saya pilemnya ga bagus, bikin ngantuk :( :(

    soalnya dari awal sampe akhir ga ada ceritanya, otak tidak berkembang.

    trus kekurangan dari spesial efek-nya adalah ndak adanya darah yg muncrat ke kamera :D

  9. 9 sandal Apr 18th, 2007 at 8:42 am

    iyah, sempat mo ketiduran. tp krn pas nonton ada yg mbayarin, maka dikuat2in melek utk jaga perasaan :D

    filem favorit? tentu saja Kamen Rider :D

  10. 10 godsoul Apr 18th, 2007 at 10:46 am

    kok ada ya orang yg ketiduran nonton di bioskop? aku gak pernah bisa tidue di bioskop tuw… man eman dhuwite… heheheh

  11. 11 esyu cupu Aug 18th, 2007 at 2:12 pm

    aku ada mp3 OST neh film

  12. 12 King Rionidas Sep 6th, 2007 at 7:58 am

    salah tuh… mustinya nama rajanya King Rionidas…

    btw, kalo di indonesia, adegan ‘adult’nya disensor gak yah??

    di singapore nggak lhoooo…..

  13. 13 ademawardi Mar 2nd, 2009 at 4:39 pm

    cya…gw setuju banget2 ama ulasan dan cara loe ngejelasin…btw thanks banget…

Leave a Reply




Pranoto Mongso

April 2007
M T W T F S S
    May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

sitemeter