Tentang IPDN

Saya sangat heran dengan kasus IPDN yang sedang jadi sorotan sekarang ini. Ini mengingatkan saya tentang sebuah istilah psikologi, altruisme. Altruisme adalah perilaku menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Orang yang altruis menolong orang lain tanpa memikirkan manfaat yang dia dapatkan ketika menolong orang lain.
Makanya, kasus IPDN membuat saya bergidik ngeri. Ternyata ada antonim dari altruisme. Menyakiti orang lain tanpa mengharap imbalan. Menyakiti orang lain tanpa mendapat manfaat untuk dirinya sendiri. Perampok menyakiti orang lain, karena dia akan mendapatkan materi hasil rampokannya. Pengantin Azahari menyakiti orang lain (dan dirinya sendiri) karena mereka percaya akan mati syahid. Ular sendok akan menyerang, saat ia merasa terancam. Tapi para preman IPDN ini, mereka menyakiti orang lain dengan alasan pendidikan tanpa alasan! Sungguh mengerikan.
Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh adanya ideologi yang kuat mengakar, memberikan pembenaran bagi tindakan kekerasan di luar akal sehat itu. Lalu para senior itu bersembunyi dibalik nama institusinya, mengaku bertindak atas nama kelompok untuk meredam jeritan hati nuraninya sendiri. Kira-kira “Ah tidak apa-apa saya memukuli mereka, ini tugas kok. Saya bukan Bejo, saya bukan Tukul, saya IPDN .”
Diluar dari berbagai solusi yang ditawarkan, saya ingin menitik beratkan sisi psikologis para praja. Cliff Muntu, adalah korban. Tapi sebagian besar praja juga adalah korban, bedanya mereka tidak mati. Ditanami bibit kekerasan, akan sangat berbahaya jika mereka dilepaskan keluar ke dunia luar begitu saja. Dibubarkan atau tidak, para praja harus diberi edukasi mengenai akar kekerasan. Bisa oleh psikolog yang kompeten atau pihak ketiga yang berpengalaman dalam rekonsiliasi dan community building. Pemberian edukasi ini termasuk pengertian tentang kebutuhan dasar manusia, proses sosial psikologis kekerasan. Penerapan pendidikan ini dapat memberi penyadaran dalam diri mereka untuk mengurangi dan menghilangkan proses pewarisan kekerasan. Semoga dengan begitu, rantai kekerasan bisa diputus.
Dan saya tetap setuju dengan pembubaran IPDN. Para blogger menyatukan barisan untuk membubarkan IPDN. Jika kamu juga setuju, mari tandatangani petisinya!



setuju…
aku dah sign itu petisi
bubarkan IPDN!
eh, pertamaxxxxxxxxxxxxxx ya?
*clingak, clinguk