
Staying single is chic,
divorce is in vogue,
living-in is common,
extra marital is happening
and here it is, happily married: quite outdated.
I LOVE OF BEING GAY
Tadi pagi hape cya bergetar oleh sms itu. Oh, teman gay saya rupanya. Kami memang sering tiba-tiba mengirim sms tak jelas ujung pangkal tanpa pertanyaan dan tanpa mengaharap jawaban. Ini namanya altruiSMS. (*haiyah altruisme lagi). Teman saya ini sedang pulang kampung untuk menghadiri pernikahan adiknya. Dia pasti pusing terus menerus ditanya kapan nikah? oleh keluarga besarnya, makanya sepagi ini sudah berkirim sms seperti itu. Meibi yes Meibi No.
Kebetulan (*walau saya percaya tak ada kebetulan dalam hidup) semalam (*dan malam-malam berikutnya)cya pergi ke Q Film Festival. Q dari kata Queer. Dari kata itu dapat ditebak kalau ini adalah festival film yang khusus mengangkat tema Lesbian Gay Biseks dan Transexual (LGBT). Ternyata ini adalah festival ketiga. LGBT sudah makin terbuka sekarang. Setelah beberapa bulan lalu cya jadi pembaca nominasi pada sebuah Queer Awards. Menurutku ini bagus. Minoritas tak selamanya harus terdiam di pojokan sibuk menyembunyikan siapa dirinya yang sebenarnya hanya karena kelompok minoritas yang menang jumlah tidak menginginkan keberadaan sebagian kecil orang yang dianggap dapat menganggu tatanan yang sudah dibangun dengan sempurna.
Apalagi waria yang dianggap sampah masyarakat. Sangat sedikit kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal kemampuan mereka sama dengan manusia heteroseksual. Lihat saja, transeksual ada yang telah jadi walikota, anggota parlemen dan ada juga yang jadi salah satu kelinci Hefner. Perbedaan identitas gender atau preferensi seksual tidak membuat seseorang menjadi bukan manusia.
Kata Beauvoir, one is not born a woman, one becomes one.(cya)
hmmm, dimana2 selalu jadi perdebatan
hmmm, dimana2 yang minoritas emg nasibnya bgitu
ya gitu deh dunia yg pait ini
btw, ngga jadi masang smiley?
nomer setunggal?
wekeke..
ternyata dirimu sudah nonton toh..
hm.. kalo menurutku ya, “penyimpangan” terkadang bisa dianggap “wajar” karena sikap “permisif” dari masyarakatnya itu sendiri..
halah, nulis opo to yo aku iki…
tp kalo jujur lo: saya ndak bakal mau kalo ada gay yang suka sama saya.. la kalo kamu sendiri piye? kalo kamu disukai seorang lesbian? mau? atau tidak?
sial.. nomer loro ik..
*tendang Monik*
hahahahaha… Sekarang aku yang nomer satu!!!
*meringis sadis melihat Monik njebabah di ujung sana*
*pungut monik yg njebabah
hm kalo disukai lesbian ya gag mau…saya kan masih suka mas-mas :”>
memang bener kata si momon…. minoritas nasibnya emang selalu aja ditindas dan ditekan… hiks…kasian yah…
cuman mo gimana lagi??
ada jalan keluarnya ga yah??
biarlah mereka memilih apa yang mereka kehendaki secara merdeka.
mereka gak mau di perlakukan “istimewa” tapi ya mau gimana lagi… mereka sendiri emang mahluk “istimewa”
gay dan lesbian sebaiknya mikir kalo mereka tu dah salah jalan dan berusaha kembali ke jalan yg benar.
yaa… tapi udah susah sih, mereka biasanya cari pembenaran… yang paling mereka andelin adalah hak asasi… padahal mereka dah membunuh hak asasi paling dasar, hak calon bayi yang gak bakal lahir karena mereka jadi gay/lesbian…
tapi lesbian yg di bokep cute lho… halah
kabur dulu
Wow, bgmn tuch rasanya punya temen gay?? Pasti bingung juga yah klo disuruh cepet2 kawin..
Dia bingung.. milih cwe or cwo utk pasangan hidupnya. hehehe..
Best Regards,
Your friend
membayangkan sejarah KAUM LUTH dan POMPEII (roman-italy) yang peninggalannya masih sampai sekarang berupa jasad-jasad L.G.B.T. yang mematung dalam ekspresi terkejut :-/
“eling cah ayu, kwi nyalai kodrate gusti allah ojo di dukung opo meneh dipek kekancan. nanging nek arep ngluruske monggo, aku wes ngelingke jenengan apik-apik lho, selanjute karepmu cah ayu”.
minoritas emang begitu
tapi terkadang ngelunjak kalo dikasi tempat
Gay / Lesbian menurut saya adalah penyimpangan, menyalahi kodrat. Hanya mereka tidak mau berusaha untuk menjadi yang sebenar-benarnya (wanita ataupun laki-laki).
Jika saja mereka mau berusaha dengan keras untuk tidak menyukai sesama jenis dalam hal sexual, saya yakin bisa koq. Dan yang jelas, pengarahan dan pendidikan terhadap mereka-mereka yang seperti itu juga harus intensif, terutama pendidikan agama.
Semoga mereka-mereka sadar akan ketidaknormalannya…
*hehe.. aku msh punya utang tentang subdomain ya..* :p
Hmm…
Waduhh gawat kie…jumlah pria di dunia aja sudah semakin dikit (CMIIW) trus klo bnyk gay-2 yg muncul, lalu bagaimana nasib para wanita yang masih menyukai pria normal…???
Tobat…tobat…
oia, pernah denger, katanya klo gay/lesbi itu bisa menular…bener gak ?
menular? kayak cacar aja? hahahaha
Beneran…pernah denger spt itu…ato jangan2 Gay/Lesbi itu adalah mutasi nya dari cacar ???
Huehehehe…
ha…ha….
endingnya ternyata karena…malam ini…malam selasa….hua…ha..ha..
sungguh dramatis..*serius lho ini*
gaya penceritaan yg mengejutkan dan tak biasa…
teruskan nulis nak…
ipungmbuh sh
wah, festival film apa itu? mau nonton hiks….. festival apa sih yang gak ada di jogja *double hiks*
aku juga punya temen gay. menyenangkan berteman dengan gay
bisa ketemu cowok2 keren, sayangnya gay juga *another hiks* menurutku banyaks ekarang yang merasa dirinya gay, padahal enggak. kayak jadi semacam lifestyle gitu. jadi “akrab” banget tapi gak sampe penetrasi *halah*
i love being gay too…..khukhukhuuuuu