Suatu Malam Jumat di Jogja
…drrrt.. drrt… *bunyi getar HP*
Selesaikan pekerjaanmu dengan cepat, kami akan menculikmu pukul 5 teng say!key?
Seharusnya cya setia memeluk monitor menulis soal-soal tryout. Tapi panggilan jalan-jalan bersama teman-teman tak bisa diabaikan begitu saja. Karena hidup adalah pilihan, cya memilih untuk diculik sajalah. Ugh, siyal!! Godaan ini tak sanggup kulawan! Jalan-kemana girls? Muter-muter! *weleh*
Tujuan utama? Foto-foto!
Phuket, Spesial Masakan Thailand
Sebelum jalan-jalan, energi harus diisi. Kami sedang ingin mencoba Phuket, resto thailand di dekat jembatan layang lempuyangan. Warung ini kecil saja, tapi selalu ramai saat makan malam. Makanan yang disajikan tentunya masakan Thailand dengan rasa khas. Kami memesan Kwetiaw Neau Pueau, alias kwetiaw kuah sapi. Makanan ini berwujud kwetiaw yang digoreng dengan telur hingga tepiannya kering. Kwetiau itu lalu disiram dengan kuah kari sapi dan sawi. Rasanya manis enak, dan seperti masakan Thai lain, rasa bawangnya sungguh terasa. Kamu juga akan menemukan banyak bawang utuh, jadi kalau kamu benci bawang seperti cya, waspadalah saat memakannya.
Selain itu, kami juga ingin mencicipi Khai Phad Kaeng Phuket, yaitu ayam karie spesial Phuket. Potongan besar ayam yang disajikan bersama kentang dan wortel merah besar (yang sempat kami kira ketela merah). Bahan-bahan itu disatukan dalam kuah kari kental. Dagingnya empuk dan manisnya pas. Dan Tom Yam Goong, alias Tom Yam Udang. Sup khas Thailand ini disajikan dalam sebuah mangkuk besar dengan banyak kuah. Rasanya? Menurutku aneh. Terasa sekali aroma daun jeruk dan suatu bumbu dapur yang kukira Laos. Untuk camilan, Kho Nom Phang alias Roti Nan enak juga. Roti gandum pipih manis. Semua makanan ini disajikan bersama nasi panas mengepul dan dua macam sambal. Satu sambal wijen manis dan satu sambal lombok ijo bawang super pedas. Nyam, enak! Kalau kurang, kamu bisa tambah nasi sepuasnya.
Thailand mengingatkan kami akan mangga. Sepertinya jus mangga nikmat, maka kami beramai-ramai memesan jus mangga. Wow, murah, hanya Rp 2500, pikir kami. Ternyata saudara-saudara, tulisan jus mangga itu palsu. Kami hanya diberi segelas Nutrisari rasa mangga. Sial.
Harga makanan di Phuket berkisar antara Rp 4000 (Roti Nan), Rp 6.500 (kangkung sambal dan bubur ayam), Rp 12.000 (Kwetiaw dan Kari). Paling mahal, BBQ sapi (Rp 17.000). Kalau bosan dengan masakan biasa, bisa coba icip-icip disini.
Alkid
Cya, Sevi, Ranie, Tuti. Hanya Rani seorang yang berhasil lewat dengan selamat diantara dua beringin kembar. Kami bertiga? Keblasuk!
Plengkung Gading
Dari Alkid, jalan sebentar ke plengkung gading. Jadi pusat perhatian yoben!
Kilometer Nol
Sayang sekali baterai habislah sudah. Huuu! Padahal masih semangat jalan. Namun jalan-jalan tanpa baterai kamera apalah artinya, jadi kamipun pulang.Terimakasih untuk malam yang menyenangkan galz! More photos on my MP!
Dan cya lanjut ke kopi blandongan, kali ini bersama Arya, Ferdy dan Army. Satu-satunya kopi yang membuatku sulit tidur. Jadilah postingan ini pada suatu tengah malam huhu.










hwooooooooooohohohohoooo….
kalo ini seh bukannya insomnia!
emang niat jalan jalan!!
dasar!
gak ajak2!!