Severus Snape

Akhirnya selesai sudah saya membaca Harry Potter and The Deathly Hollow. Dan karena semua orang meminta saya tutup mulut, saya jadi tidak punya teman untuk bercerita seri terakhir petualangan Potter di wizarding world. Menulis review tanpa membocorkan ceritanya juga susah. Intinya, seri kali ini amat sangat gelap jika dibandingkan seri-seri sebelumnya. Tidak ada lagi waktu buat Potter, Ron, dan Hermione untuk bersantai-santai di Hogwartz. Mereka harus terus menerus lari. Lari dari you-know-who dan antek-anteknya. (Penting: Jangan sebut nama he-that-must-not-be-named). Rasanya buku ini tak pantas lagi jadi bacaan sebelum tidur untuk anak-anak dibawah umur. Tapi endingnya.. hmm, sebaiknya baca sendiri saja lah.
Saya cuma mau bilang, akhirnya terbukti juga kalau Severus Snape itu sebenarnya baik. Hore. Snape adalah tokoh kesayangan saya. Sejak seri pertama saya selalu percaya kalau dibalik karakternya itu, ia hanyalah seseorang dengan pola kelekatan tak aman *halah* yang sebenarnya tulus dan baik. Pola asuh yang tidak authoritatif membuatnya jadi sosok yang antisosial, tertutup dan kaku. *halahlagi* Kok saya jadi bawa-bawa materi skripsi sih.
Wes ah, kalau kamu ingin bicara lebih lanjut tentang buku ini, pm saya saja.
cya@cyapila.com



PERTAMAX>..!~
jadi malu, aq dibilang baek…