Keliling Kota

251.jpg

Berkeliling Jakarta Kota memang menarik, apalagi jika bersama pakar sekaligus saksi sejarah yang dapat memaparkan kisah dibalik setiap bangunan, tiap kelokan jalan. Itulah yang saya bayangkan saat membaca surat-e dari milis Batmus yang mengajak untuk Plesiran Tempoe Doeloe Portret Portret Kota Tua. Saya memang sudah cukup lama mengikuti milis itu, tapi belum berkesempatan mengikuti salah satu PTD-nya. Kebetulan satu, saya sedang di Jakarta. Kebetulan dua, jeng tika juga tertarik dan mengirimi saya info itu pada saya yang lama tak membuka surat-e. Kebetulan tiga, kami memaksa-ajak dua orang mas-mas untuk turut serta memeriahkan acara.

Berangkatlah kami berempat dengan bersemangat atau tidak . Saya membayangkan suasana yang akrab seperti acara kopdar yang biasa saya lakukan bersama milis-milis lain. Oke, mungkin saya terlalu naif membayangkan pengikut acara ini hanya beberapa puluh orang yang akan berjalan santai mendengarkan panduan Pak Alwi dengan santai sambil mengobrol karena ternyata sesampainya di Gedung Escompto kami disambut dengan barisan manusia luar biasa panjang mirip antrian sembako separo harga. Ternyata peserta tur kali ini berjumlah lebih dari 400 kepala. Alih-alih suasana gathering nan akrab, saya malah mendapati suasana tur massal seperti zaman sekolah dulu. Bonus: Tidak mendengar suara panduan, karena terhalang banyaknya peserta.

Jadi, saya tidak bisa menceritakan disini sejarah Chartered Bank, garis pantai tahun 1522, kisah-kisah di perempatan JL Kopi ataupun siapa itu Pak Dassad Musin Concern. Nanti kapan-kapan saya akan cari ceritanya di Google saja, atau mungkin cya perlu beli buku karangan Pak Alwi yang masih sangat bersemangat berjalan jauh sambil bercerita meski sudah senja usia. Akhirnya kami jalan-jalan foto-foto sendiri sambil mengikuti rombongan dan melihat-lihat pemandangan bangunan era kolonial sampai baterai kamera habis dan tur berakhir di Museum Fatahillah jam 12.

Biar begitu, secara keseluruhan tur ini cukup menyenangkan. Kopi Starbucksnya enak, nasi ulamnya juga, panitianya menyenangkan, kotanya menarik dan banyak hal yang bisa dinikmati. Saya harus kesini lagi.

Pamer fotonya disini.

10 Responses to “Keliling Kota”


  1. 1 gom Feb 8th, 2008 at 7:32 pm

    Pertamax!!!

    menarik deh… malah saya belom pernah lho plesiran di situs2 sejarah jadul di sini… XD payah deh ah…

    dan oleh si jalan, postingan kamu selalu jorok… pake tip-ex dong jangan diorek2i gitu… =))

  2. 2 didut Feb 8th, 2008 at 10:15 pm

    starbuck?!? jadi pengen ngopi
    nyeduh kopi instan

  3. 3 zam Feb 9th, 2008 at 7:04 am

    ah, kota tua Jakarta saja lah yang bisa menyelamatkan Jakarta dari sebutan kota bangsat keparat..

    aku pengen itu ikutan milisnya!!

    namun sial.. fakir benwit laknat!!

    ARGGGH!!!

  4. 4 ipungmbuh SH Feb 10th, 2008 at 7:43 pm

    woghhh..kota tua dan s****ucks…
    ra matching..
    *buang s****ucks ke kali ciliwung*
    jiakakak

  5. 5 leksa Feb 11th, 2008 at 7:07 pm

    Kota lama jakarta masih jadi PR ku di jakarta..
    Someday,.. it’s a MUST..!!

  6. 6 tehaha Feb 12th, 2008 at 3:22 am

    kota tua memang salah satu yang membuat jakarta lebih ‘natural’, sayang di banyak sisi, seperti ditelantarkan, tak diurus maksimal..
    -blogwalkin’

  7. 7 arya Feb 12th, 2008 at 4:33 pm

    trus. abis kamu jalan2, soeharto mati, begitu?

  8. 8 escoret Feb 13th, 2008 at 8:00 am

    keren kota lama semarang….

    eh,kamu pernah ding ya..???

  9. 9 iphan Feb 15th, 2008 at 4:17 pm

    wah… fotonya… seperti diluar negeri. ndak kayak jakarta nan semrawut itu…

  10. 10 aLe Feb 18th, 2008 at 9:21 pm

    jadi kapan neh ke Malang :D

Leave a Reply




Pranoto Mongso

February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

sitemeter