Saya sering dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya. Kamu kan anak psikologi cya! Saya rasa itu tidak terlalu berpengaruh, tapi saya memang lebih suka mendengar daripada bicara. Akhir-akhir ini (selain skripsi yang tak juga selesai), topiknya khas masalah orang umur 20an yang baru lulus kuliah dan memasuki dunia dan tanggung jawab baru. Ini sangat terdengar seperti saya! Keluhannya adalah: Kenapa saya tak kunjung mendapat pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan?

Memang, menjadi seorang pencari kerja adalah suatu masa yang rentan dengan reaksi negatif. Harapan yang muncul saat proses seleksi dipatahkan oleh penolakan dari perusahaan. Diri lalu dipertanyakan kemampuannya oleh pikiran. Satu penolakan ke penolakan lain menambah tumpukan kekecewaan yang akan tumbuh menjadi bibit-bibit pikiran negatif. Biasanya mereka lalu mulai berpikir serba negatif, ditandai dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan bernada negatif. Jika berlarut-larut, doh, bisa gawat jadinya.
Menurut kuliah psikologi kepribadian beberapa tahun lalu, ada tiga macam jalan untuk menjadi negatif. Pertama dengan overgeneralization, penyamarataan. “Tidak ada perusahaan yang mau menerima saya”. Padahal kenyataannya dia baru gagal seleksi pada beberapa perusahaan saja. Kedua dengan negative thinkin, pikiran negatif. Memandang buruk diri sendiri, dunia dan masa depannya. Pada masa seperti ini, kenangan pun dapat diingat dengan cara yang berbeda. Suatu peristiwa yang sebenarnya tak terlalu buruk dapat diingat sebagai kenangan buruk karena pengaruh pikiran-pikiran negatif. Ketiga adalah pesimistic explanatory style, cara penjelasan yang pesimis. “Saya tidak diterima bekerja karena bodoh.” Padahal pasti bukan begitu.
Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus makin lama akan menjadi blunder, karena dengan terus merasa negatif bisa jadi perasaan aman dan percaya pada kemampuan diri akan makin berkurang. Berkurangnya self esteem ini akan mempengaruhi performa dalam mencari pekerjaan baru. Kehidupan sosialnya juga akan terpengaruh karena orang yang bersangkutan cenderung menarik diri.
Hal ini dapat diatasi dengan terus mengembangkan pikiran yang lebih positif. Setiap kali muncul sebuah perasaan, kenali perasaan itu apakah termasuk perasaan negatif atau bukan. Jika ya, segera larung ke laut! Pikiran negatif tidak membawa kita kemana-mana, jadi untuk apa dipelihara? Ganti saja dengan pemikiran yang lebih positif dan relistis.
Selanjutnya, tingkatkan aktifitas yang menyenangkan. Aktifitas positif berguna menyeimbangkan aura negatif yang diperoleh saat pekerjaan impian tak kunjung tiba. Saat menjadi pencari kerja, lakukan juga kegiatan lain yang menyenangkan dan juga bermanfaat meningkatkan kemampuan untuk menunjang pekerjaan. Misalnya les, berlatih sendiri, membaca, travelling dan lain-lain. Nikmati melimpahnya waktu yang tak dipunyai oleh seorang pekerja dengan mengenali diri sendiri dan lingkungan sekitar. Berkumpul dengan teman-teman yang mampu memberikan penguatan positif juga merupakan salah satu cara meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri. Kopdar yuk?
Seorang kenalan saya menyusun rencana nyata dan terperinci untuk mencapai pekerjaan impiannya. Suatu hal yang sangat bagus dan dapat ditiru. Dan setelah berusaha, serahkan hasilnya pada Allah semata. Duh, sok tau banget sih saya.
note: ilustrasinya nyambung kok *maksa*

positif thinking?
lha masalahnya, gimana bedain antara positif thinking dan negatif thinking??
cya: kalo kamu gak bisa bedain sendiri, tanya pada orang-orang disekitarmu saja. or buzz me
jadi kamu dah keterima di pabrik kata-kata itu, me?
cya: blum jeh.. ini kan posting seorang pengagguran yang sedang menghibur diri
sepertinya ndoyok itu obat mujarab buat menghilangkan semua penat,.. penat mulai dari kuliah, tugas, kerja, sampe yg lagi nyari kerja,..
cya: me tiap hari kesasar disini huks
ho oh sepakat…berpikir positif…
*sambil misuh2..goro2 kerjaan yang menggunung nggawe empet, trus kepikiran pengen nganggur*
jiakakk
cya: iyo nganggur biar isa njemur kasur yang sudah bau apek wakaka
Doh, ini spt ngomongin diri saya, hihi… *stre-krn-tak-kunjung-dpt-pekerjaan*
cye: ayo tetep berpikir positif!
emaksa eto fotonya, ndul!
cya: biarin weeeeeeeeeeeek
saya ngelewatin fase sekerispsih dulu deh baru bicara soal nyari kerja
cya: ini juga berlaku untuk yang sekeripsi lho.. harus tetap berpikiran positif bahwa skripsi itu sebenarnya mudah saja
Pikiran negatif kudu musti ada ..biar otaknya seimbang positif negatif
cya: benar harus ada, tapi jangan banyak-banyak. cukup tahu resikonya aja
Dancing Out sya la la la…
cya: selamat atas dancing outnya :))
heran.. saya belum bisa membedakan mana positif dan negatif, serasa dua-duanya adalah ujung yang sama, yang akan menerkam setiap saat.
cya: setidaknya bisa siap-siap karena sudah tau akan diterkam
Mungkin juga mencoba ‘membelokan’ pemahaman bahwa pekerjaan yang ideal adalah yang sesuai background pendidikan..
Siapa tahu ‘pembelokan’ bisa menjadi lompatan sementara atau justru memang disitulah panggilannya..
cya: misalnya kuliah di pisikologi lalu bekerja jadi jurnalis
saya saja sedang mencari jalan supaya bisa menjadi pengangguran yg enak
cya: enak banget kok
oh pantes kamu diterima di pabrikku ya? ckckck … selamat deh.
cya: jangan diospek ya ndoro
congrats yo nduk…siapkan juga jurus antidepresi jadi jurnalis…hehehe
cya: ajari to mas.. huhu
kalo mikir negatip ntar dapetnya negatip, kalo positip dapetnya positip…
*law of attracsyong… siyul2…
cya: hiyaa.. benar juga ituh
My brother suggested I may like this blog. He was once entirely right. This submit actually made my day. You cann’t imagine just how a lot time I had spent for this info! Thanks!
http://asylumhome.net/2010/04/award-winning-toys
What’s Taking place i am new to this, I stumbled upon this I have found It positively helpful and it has helped me out loads. I hope to give a contribution & help different customers like its aided me. Good job.