Belajar Menjadi


Kota ini berlarilarian berkejarkejaran berlarilarian berkejarkejaran detik ini juga. Kota itu berlalu pelan tempo-tempo. Memang hidup tak pernah tinggal diam pada satu titik. Selalu akan ada perubahan perubahan perubahan dimana alangkah beruntungnya jika segala apa yang berubah itu dapat membuat kita terus maju ke depan. Pun saat harus mengucap “saya pergi sebentar” pada kota paling nyaman, pada keluarga paling mesra, pada kawan paling setia, pada saat-saat santai membaca buku sambil melamun-lamun seharian. Saya pergi ke barat sebagai buruh di pabrik ndoro demi menggalang dana pembayaran hosting blog ini yang akan habis bulan depan. Tapi seperti yang sudah-sudah, saya lebih suka menganggapnya sebagai sekolah tempat menimba ilmu sesuai kurikulum kehidupan. Tanpa pernah lulus.

Information and Links

Join the fray by commenting, tracking what others have to say, or linking to it from your blog.


Other Posts
Mencari Sunyi
Terus Mencari

Write a Comment

Take a moment to comment and tell us what you think. Some basic HTML is allowed for formatting.

air

Reader Comments

hmm…detik waktu itu dan tempo sekarang ya… Gutlak!!

(~_~)
-buceqk-

[eh, nomer siji yo??]

cya: PERTAMAXXX

gutlak yah cya dan salam buat tukang daging di pasar mayestik :P

cya: pasar mayestik banjirrr :(

makan2e nduk

cya: tendangtendang arya

wah… di kota itu emang gitu cya… kadang2 rasanya seperti lari marathon yang ga ada ujungnya…. seharian musti lari mulu… mulai dari ngejar angkot, busway sampe ngejar waktu.. cape… terakhir kita musti lari dari kota itu… semoga betah…..

cya: hahaha.. saya suka bagian “terakhir kita musti lari dari kota itu”.

Met berpartisipasi menjejali kota Djakarta ini Cya…

cya: padahal kota ini sudah cukup jejal ya

memikik atau menjadi? menghafal atau memahami?

me, liburan me! ojo kerjo ae!

ah, jengjeng apane, koe ki kerjo terus kok!