Mencari Sunyi

Oke hari ini jalanan di depan kantor macet total karena ada banjir di suatu tempat entah dimana letaknya mana saya tahu peta saya tidak ada indeksnya jadi susah mencari nama nama. Maka saya tidak bisa pulang, bukan pulang sebenarnya karena saya hanya akan pergi menumpang tidur saja. Teman saya pernah bilang, coba kita ada di jogja pasti banyak hal yang masih dapat dilakukan alih-alih terbawa melaju-tersendat-sendat mengikuti aliran tumpah ruah warga jakarta. Lama-lama kamu pasti terbiasa, mereka bilang. Disini sunyi adalah kemewahan yang dianggap tak perlu.

Dan aku makin merindukan suatu pagi saat kabut masih mengambang di udara lalu saya datang bersama taksaka dan jess kereta berhenti pada sebuah stasiun yang sepi. Melangkah turun dan dimanjakan kesunyian dari sebuah tempat yang akrab. Melangkah pelan seiring menghangatnya suhu, berjalan menyusuri kotaku.

Mungkin isi blog ini akan makin tak bermutu dan tak perlu. Satu dua paragrap yang bercerita tentang saya. Saya saya saya lagi. Toh siapa peduli? *dan saya merasa gaya bahasa tulisan ini makin lama makin mirip angkatan 45*

16 Responses to “Mencari Sunyi”


  1. 1 ndoro kakung Mar 12th, 2008 at 4:33 pm

    syokor … salah sendiri mau masuk ke pabrikku, hahaha …

    cya: inet pabrik lemot huhu

  2. 2 didut Mar 12th, 2008 at 11:23 pm

    minggu pagi naik kereta ke suatu tempat yg enak buat jalan-jalan dan nikmati kemewahanmu keluar dr neraka jahanam ituh :D

    cya: naik kereta ke jogja sepertinya terlalu jauh ya :))

  3. 3 arya Mar 13th, 2008 at 3:17 am

    golek kos sing cerak kantor
    opo ng rawamangun wae?

  4. 4 zam Mar 13th, 2008 at 8:51 am

    pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu..

    welkom to jancukarta, me..

  5. 5 didut Mar 13th, 2008 at 11:11 am

    hmmm…bogor lumayan tuh atau taman nasional sekitar bogor :D

  6. 6 yudhi Mar 30th, 2008 at 8:19 am

    Welcome to jakarta,nona.hahahaha.selamat menikmati bau timbal,dan seni desak-mendesak! :)

  7. 7 lamanday Apr 19th, 2008 at 4:10 am

    Jess jess kereta yang berhenti pada suatu stasiun yang sepi…Dimanjakan kesunyian dari suatu tempat yang akrab..

    Di kota saya yang kecil, di kalimantan barat, tidak ada jalur kereta api. Perhentian yang jadi kenangan, barangkali cuma pelabuhan. Mendengar peluit kapal, yang mau pergi, seperti membaui perjalanan yang bakal dilalui selama jam-jam berikut: ketika yang dilihat hanya birunya laut. Dan yang ditinggalkan akan mengusap air mata..

    Salam kenal.

  8. 8 cya Sep 1st, 2008 at 4:33 pm

    hai hai

  9. 9 didut Sep 1st, 2008 at 5:31 pm

    Bobo udah gak sebagus yg dulu

  10. 10 didut Sep 1st, 2008 at 5:33 pm

    hah ..kok masuk komen disini ..komen sebelumnya diapus aja cya

  11. 11 zam Sep 1st, 2008 at 7:04 pm

    Album Donal Bebek lebih bagus dan lebih lucu daripada Majalah Bobo..

  12. 12 suprie Sep 2nd, 2008 at 12:14 am

    baiklah, saya juga buka tiap hari kamis menjelang sore

  13. 13 suprie Sep 2nd, 2008 at 12:15 am

    baik lah saya buka blog ini pun setiap hari kamis menjelang magrib

  14. 14 aGoonG Sep 2nd, 2008 at 2:51 am

    *Menunggu hari kamis*
    Kok lama ya ?

  15. 15 funkshit Sep 2nd, 2008 at 5:48 am

    ditunggu edisi cya yang berbelalai panjang nya

  16. 16 cya Sep 2nd, 2008 at 6:41 am

    Tes.
    Komennya error doh!

Leave a Reply




Pranoto Mongso

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

sitemeter