Bulan yang Berbeda
gubraaaaak dhueer gombreng krommmpyang duer gyooong prakkkk…
Astaga, apa itu? Seperti suara sekumpulan orang marah yang membanting-banting kaleng di jalanan. Suara itu mengagetkanku yang langsung terbangun dengan kepala pening.
“Sahur.. Sahur..” terdengar suara manusia dari keributan itu. Sambil mereka -menurut pendengaranku- terus membanting berbagai macam benda yang mereka bawa itu. Owalah, ternyata itu suara para pembangun sahur keliling yang lewat di depan tempat tinggalku. Setahuku selama ini, orang-orang yang berpawai keliling macam itu melakukannya dengan agak -bisa dikatakan- nyeni. Pukulan kentongan dan kaleng berirama sehingga cukup bisa dinikmati dan malah menimbulkan suasana khusus bulan Ramadhan. Tapi yang ini sungguh tak punya citarasa.
Lagipula ini baru jam dua pagi! Imsak masih lama, dua setengah jam lagi. Oh baiklah, aku berusaha maklum saja. Lagipula ini bulan ramadhan, dan mereka berniat baik membangunkan orang untuk sahur.
Tapi bagaimana dengan orang yang tidak menjalankan ibadah puasa? Pasti mereka sangat terganggu, apalagi setalah itu setiap masjid mulai mengaktifkan pengeras suara dan membangunkan umat untuk sahur. Untukku, suara-suara itu justru menyenangkan. Memberi warna khusus pada bulan istimewa ini. Tapi bagi umat agama lain mungkin jadi sangat menyebalkan.
Coba -sebagai muslim- bayangkan kalau gereja di dekat rumahmu menyiarkan lagu puji-pujian yang tak kau mengerti dengan towa pada jam 2 malam sampai pagi? Dan ada satu gereja setiap 30 meter? Fyuhh… Ditambah lagi susah mencari makan, dan acara tv tiba-tiba menjadi
penuh acara religi.
Tapi untunglah kita sudah terbiasa hidup dengan kemajemukan. Toleransi itu benar-benar ada, bukan hanya tertulis dalam pelajaran Pancasila waktu sekolah dasar dulu.
Akhir kata, Marhaban yaa Ramadhan. Famega dan cyapila.com mohon maaf atas khilaf. Semoga kita berhasil dalam perang melawan diri sendiri ini, dan kembali fitrah pada hari kemenangan. Selamat Berpuasa!
Untuk yang tidak merayakannya, maaf ya, biarkan kami sedikit berisik bulan ini :p



Ditempat saya juga begitu. Masih jam 2-an pagi udah pada gedombrengan ndak jelas ngebangunin sahur. Tapi untung saya ndak merasa terganggu karena jam segitu memang belum jam saya buat tidur. Mwakakaka