Kawan saya yang bekerja di sebuah pabrik kata-kata bertanya-tanya. Kenapa
menulis blog lebih sulit dari menulis berita?
Sepertinya hal itu juga yang saya rasakan akhir-akhir ini. Menulis blog
terasa lebih sulit daripada menulis berita.
Padahal tulisan saya di blog hanyalah omong-omong ringan, kata-kata kosong
semacam jurnal pribadi. Tidak ada bedanya dengan menulis catatan harian pada
sebuah buku wangi bersampul merah jambu seperti saat kecil dulu.
Padahal saya bisa menulis beberapa tulisan untuk produksi pabrik setiap
harinya. Tapi untuk memaksa diri duduk didepan komputer atau menyiapkan
tangan di ponsel untuk mulai mengetik blog, rasanya sulit sekali.
Padahal setiap harinya ada saja hal-hal yang ingin saya tuliskan di blog.
Setiap hari selalu ada hal yang menarik, tentu saja.
Padahal saya kadang-kadang termenung-menung di rumah, tidak mengerjakan
apa-apa.
Padahal tulisannya ringan, padahal ada ide, padahal ada waktu, padahal ada
alat. Tapi kenapa?
Mungkinkah tidak ada kemauan? Dalam hati saya menjawab bahwa tentu saya mau
jika blog saya terus terbaharui. Justru itu adalah impian, melihat blog saya
tumbuh dan berisi tulisan tidak bermutu itu.
Mungkin kemauan itu tidak cukup kuat untuk menggerakkan jari-jari saya
berkoordinasi dengan otak. Mungkin saja. Entahlah. Lagipula tanpa sadar ini
juga merupakan sebuah tulisan kan?
Tetaplah Posting!
saya kerja di pabrik kata kata juga.

http://www.surya.co.id
nulis di koran dan di blog jelas beda,
susah tidaknya ya tergantung
semua ada kesulitannya masih masing
salam kenal
salam kenal
selamat menulis me
each and everyday, paling nggak aku nulis 6 artikel
how many article in my blog?
2 in 3 months ;))
karena nge-blog gak ada duitnya?
atau karena udah “jenuh” karena tiap hari menulis?
Wah, untungnya saya ndak kerja di pabrik kata-kata, jadi ndak terlalu merasa dibebani kalau ndak ngapdet blog sampe berminggu-minggu :)) Lagi pula saya ndak gape nulis, apdetan blog ya lebih ke bahasa visual
Kalo saya, tiap hari nulis kode-kode belaka
saya baru tau kalo updet blog itu susah
gimana kalau kamu muat juga tulisanmu yang buat pabrikmu di blog ini juga.
Kalau perlu, blog ini akan jadi mirornya web pabrikmu.
*aku rodo bingung sama paragrap terakhir komentarku*
komentar saya sama dengan orang yang berkomentar pertama di postingan ini …
kowe yo tekan kene to, le? … hehehehe
tiap hari menulis, seperti Anda, seperti juga teman saya di komentar pertama, kadang bikin jenuh. padahal ada fasilitas, tapi ya itu, jenuh
itu menurut saya lho
lha aku fakir benwit jhee…
Mungkin perlu ndengerin lagunya DEWIQ bu… biar gak BT… itu tuh lagunya yang cuma 2 huruf… BT..BT…BT ahhh… he..he… pissss
weh, sama tuh. saya kebanyakan nulis di tempat kerja jadi bingung mau nulis apa di blog hehehe…
Setuju ama Zam..
karena klo nulis blog gak ada duitnya, gak ada paksaan utk mengahsilkan tulisan,
kalo di pabrik kata2 kan hukumnya WAJIB, KUDU, HARUS..
Ah…Fame..
Aku jadi tertawa sendiri melihat blog ku yg jarang di “sentuh” ^o^
adapun saya sepertinya setuju adanya dengan yang disebut-sebut beberapa pendapat diatas tentang terjadinya itu peristiwa mental dalam diri anda berupa jenuh dan kurang krenteg begitu, wong gaweane wae nulis yo nek kon nulis meneh wajar adanya nek rodo macet..
mas batistuta dulu juga katanya bahkan gak mau nonton bola di rumahnya, males kata beliau…
karena saya bukan wartawan, menulis untuk blog tentu lebih nyaman dibanding menulis berita. karena menulis “beneran” kan harus cek and ricek, verifikasi data …
kalau nulis untuk blog kan bebass….
Karena nggak ada target yang mengikat kali Me.. dan seperti kata Mas Zam, karena ndak ada duitnya *kabur*
deuh yg kerja di pabrik kata-kata, mesti banyak belajar nih dari cya.
“padahal tulisan ringa, ada ide, ada waktu, ada alat” nah loh…mungkin lagi jenuh kali….:D
Hadyuhh…
sama banget doms, famee! Sehari2 ku bisa bikin konsep & laporan kegiatan berlembar2, tapi untuk update blog rasanya lemas…
Kayaknya sih karena energi abis buat kerjaan. Mood udah terlanjur ga enak karena kerjaan. Jadi mendingan tidur.
<< malah nyari kambing hitam
karena nulis di blog - mungkin serupa tulisan investigasi, feature yang eksklusive, analisa mendalam, cerita pendek, atau bahkan novel - karya berharga yang ingin kita banggakan di masa mendatang. Bukan sekedar hardnews yang keesokan harinya basi…