Cerita 12 Tahun Lalu

Sekitar tahun 1960-1970 an, Malaysia banyak sekali mengimpor guru-guru dari Indonesia. Mereka menganggap mutu pendidikannya jauh dibawah Indonesia sehingga perlu belajar banyak dari kita.

Salah seorang guru saya pernah berangkat mengajar para encik-encik Malaysia itu. Namanya Suryadi, sekarang almarhum Suryadi. Kami biasa memanggilnya Pak Sur. Ceritanya, saat disana dia ditanya mengenai besar gajinya oleh salah seorang guru Malaysia bimbingannya itu.

Saat itu Pak Sur tahu bahwa para guru Malaysia digaji jauh lebih besar dari gajinya. Agar tak malu, Pak Sur menjawab dengan melebihkan gajinya yang saat itu hanya Rp 10 ribu*. “Gaji saya seratus ribu perbulan*,” bualnya bangga.

Tanggapan para rekan sekaligus muridnya itu ternyata membuatnya terkejut. Mereka menatap Pak Sur iba. “Aduh, sedikit sekali gaji Anda pak, kami disini dibayar beberapa kali lipat lebih banyak,” ujar kawan-kawannya itu. Dan Pak Sur hanya bisa senyum-senyum sepet.

Cerita ini beliau ceritakan di depan kelas, suatu hari di tahun 1996. Waktu itu saya baru kelas satu SMP. Tahun itu juga tahun terakhir Pak Sur mengajar sebelum pensiun. Sampai pensiun, gajinya belum juga naik sebesar gaji para guru Malaysia itu.

Untuk menambah pemasukan, dia berjualan warung kejujuran di sepanjang sekolah. Dia percaya pada kami. Warung itu meja beroda yang bisa dipindahkan kesana kemari, siapapun yang akan membeli tinggal mengambil barang dan meletakkan uang. Serupa warung kejujuran yang sekarang ada di KPK atau Kejati.

Kembali soal gaji guru. Sampai sekarangpun, tahun 2008, masih banyak guru-guru serupa Bu Mus di Laskar Pelangi yang harus menghidupi diri dengan pengusahaan lain. Namun mereka tetap menjadi guru, agar kamu bisa merentangkan tangan, dan meraih dunia.

Selamat Hari Guru, para guru Indonesia!
Selamat Hari Guru, papaku tercinta!

*nilai tepatnya saya lupa, tapi kira-kira 10 kali lipat.

14 Responses to “Cerita 12 Tahun Lalu”


  1. 1 ngodod Nov 26th, 2008 at 4:13 am

    sekarang mungkin guru lebih baik. karena sebagian telah mendapat penghasilan yang mencukupi.

  2. 2 didut Nov 26th, 2008 at 7:35 am

    dan semoga kehidupan mrk lbh baik saat ini

  3. 3 zen Nov 26th, 2008 at 9:15 am

    hore…. nambah lagi yg nulis tema ini….

  4. 4 iphan Nov 26th, 2008 at 8:43 pm

    aku selalu ngefans sama satu guru sd ku yang namanya bu murtini :D. berkat tangan dinginnyalah aku berhasil masuk rangking dikelas (sebelomnya, boro-boro rangking. nilai 8 aja alhamdulillah. hahaha)

  5. 5 tito Nov 29th, 2008 at 2:29 pm

    inspiratif, paduan idealisme dan kesederhanaan.Indonesia masih memegang prinsip ekonomi rupanya. Bila dengan gaji kecil bisa lebih baik dari Malaysia, mengapa digaji tinggi? :d

  6. 6 miqdad Nov 30th, 2008 at 3:18 am

    Saya dari Malaysia,

    saya juga pernah menuntut dengan guru atau dosen daripada Indonesia.

    Boleh saya tahu juga kenapa gajinya tidak seperti di Malaysia?

  7. 7 Baban Sarbana Dec 1st, 2008 at 4:34 am

    D Indonesia, guru bukan hanya pahlawan tanpa tanda jasa, tapi juga kekurangan tanda terima (kwitansi duit).. hehehehe, nice to know a person like you became a part of Blogor…
    visit my blog at lebahcerdas.blogdetik.com

    With warmth to share

  8. 8 Menik Dec 2nd, 2008 at 1:12 am

    Hari guru mengingatkan saya akan hari2 dua bulan belakangan ini..
    i promise someday, i’ll be back to that world and become their part again :)
    salam kenal Cya / Fame :)

  9. 9 iman Dec 2nd, 2008 at 4:11 am

    he eh, eh i cita-citanya jadi dosen lho :)

  10. 10 -=«GoenRock®»=- Dec 3rd, 2008 at 5:35 pm

    Bapak Ibu saya guru semua lho! Emang bener, gaji guru kita belum bisa diandalken sepenuhnya. Saya tahu persis betapa Bapak sama Ibu saya musti banting tulang nyari-nyari tambahan penghasilan biar bisa nyekolahin & nguliahin kakak dan adik saya :mrgreen:

  11. 11 lathifulamri Dec 5th, 2008 at 3:37 pm

    jadi inget guru2 ku sd..*lho*

  12. 12 ipungmbuh sh Dec 15th, 2008 at 11:23 am

    Ibuku yo guru lho, sekolahane neng tengah sawah malahane ^_^

  13. 13 Rasyid Jan 3rd, 2009 at 9:26 pm

    Benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa.

    meskipun begitu, mereka sangat antusias dengan pekerjaannya. mereka sangat profesional.

    aku pernah ketemu guru yang digaji sangat-sangat rendah (saya tidak mau sebut), tetapi dia tetap antusias mengajar murid-muridnya. saya terharu dibuatnya. ini saya temui saat KKN.

    nb : KKN = kuliah kerja nyata.

  14. 14 papa niduramak Mar 20th, 2009 at 2:51 am

    Thanks,anong .
    Semoga selalu dalam lindungannya.Amien.Papa love u

Leave a Reply




Pranoto Mongso

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

sitemeter