Author Archives for cya

Mencari Pangeran


Saya tiba-tiba ingin menulis lagi tentang buku kesukaan saya itu. Pada halaman Tentang Cya saya menuliskan sebuah buku dalam daftar pustaka. Exupery, Antoine de Saint. 2003. Pangeran Kecil. Jakarta. Gramedia. Harganya murah saja, Rp 21.000, di Togamas diskon 20 %. Buku ini banyak saya kutip dalam halaman blog. Tagline karena risiko yang ditanggung orang [...]

Mencari Sunyi


Oke hari ini jalanan di depan kantor macet total karena ada banjir di suatu tempat entah dimana letaknya mana saya tahu peta saya tidak ada indeksnya jadi susah mencari nama nama. Maka saya tidak bisa pulang, bukan pulang sebenarnya karena saya hanya akan pergi menumpang tidur saja. Teman saya pernah bilang, coba kita ada di [...]

Belajar Menjadi


Kota ini berlarilarian berkejarkejaran berlarilarian berkejarkejaran detik ini juga. Kota itu berlalu pelan tempo-tempo. Memang hidup tak pernah tinggal diam pada satu titik. Selalu akan ada perubahan perubahan perubahan dimana alangkah beruntungnya jika segala apa yang berubah itu dapat membuat kita terus maju ke depan. Pun saat harus mengucap “saya pergi sebentar” pada kota [...]

Terus Mencari


Saya sering dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya. Kamu kan anak psikologi cya! Saya rasa itu tidak terlalu berpengaruh, tapi saya memang lebih suka mendengar daripada bicara. Akhir-akhir ini (selain skripsi yang tak juga selesai), topiknya khas masalah orang umur 20an yang baru lulus kuliah dan memasuki dunia dan tanggung jawab baru. Ini sangat terdengar [...]

Keliling Kota


Berkeliling Jakarta Kota memang menarik, apalagi jika bersama pakar sekaligus saksi sejarah yang dapat memaparkan kisah dibalik setiap bangunan, tiap kelokan jalan. Itulah yang saya bayangkan saat membaca surat-e dari milis Batmus yang mengajak untuk Plesiran Tempoe Doeloe Portret Portret Kota Tua. Saya memang sudah cukup lama mengikuti milis itu, tapi belum berkesempatan mengikuti [...]

Fotonya Bagus ya?


Selamat Tahun Baru Imlek semuanya!
Tahun ke-8 sejak Imlek dapat dirayakan dengan legal. Semoga apartheid khas Indonesia ini bisa segera hilang tuntas dengan kesamaan hak dan kewajiban antar warga negaranya. Dan saya masih saja ingin belajar bahasa China, agar bisa menjawab sapaan orang di pasar Pemangkat sana.
Gong Xi Fat Choy!

Kenapa Leonardo?


Beberapa hari di Jakarta oh Jakarta, ternyata menyenangkan. Saya seperti alien yang terasing*. Menatap nanar laju kota, sekaligus menikmatinya. Demi pengalaman berkota yang lengkap dan dengan terpaksa, maka saya jelajahi kota ini dengan berbagai alat transportasinya. KRL (Jakarta-Bogor), transjakarta (transit dukuh atas), metromini (Rp. 2.000), taksi (harus pilih-pilih!) dan tentu saja bajaj (pengalaman pertama). Tapi [...]

Secara Akyu Beautiful gitu loh!


Saya tak habis pikir kenapa sebagian besar film-film sekarang diberi judul dalam bahasa inggris yang kadang lebih susah diucapkan. Mirror misalnya. Seandainya film ini diberi judul Kaca, dan film Get Married diberi judul Kawin, tentu lebih memudahkan saya yang tidak bisa mengucapkan huruf R dengan sempurna. Tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah, bahasa inggris [...]

Seharusnya


Waktu terus berjalan. Kecepatannya relatif bagi masing-masing orang. Cepat saat kau sedang ingin berlama-lama. Lambat saat kau ingin waktu segera berlalu. Itulah, yang disebut dengan relativitas, kata Einstein.
Waktu saya berjalan tak tentu arah. Pelan seperti tak menginjak bumi. Makan mie dengan bumbu separo. Bicara dengan orang asing. Naik kereta malam. Membaca ronggeng dukuh paruk. Berjalan [...]

case closed


case closed. no more post about this topics.
and just let the journey begin.
follow this link for more picture.